Minggu, 28 Agustus 2016

DONASI GERAKAN SEKOLAH MENULIS BUKU

Posted by KEKATAGROUP  | 


DENGAN 7 MENIT WAKTU YANG ANDA LUANGKAN, 

KAMI DAPAT MEMBERI BEBERAPA SOLUSI UNTUK KEMAJUAN LITERASI DAN PENDIDIKAN INDONESIA! 

Berbicara tentang kualitas masa depan, baik sebagai pribadi maupun sebagai bangsa, mungkin Anda akan terkejut mendengar kabar ini. Ketika fakta bahwa proses pembelajaran, perkembangan, pembentukan karakter maupun kualitas kompetensi seseorang ditentukan oleh keterampilan membaca dan menulis, namun menyedihkannya justru ditemukan hasil penelitian yang mengatakan bahwa budaya baca-tulis di tanah air kita sungguh memprihatinkan.

Dalam sebuah penelitian di bidang literasi, Central Connecticut State University menyatakan bahwa Indonesia berada di peringkat kedua sebagai negara yang memiliki budaya literasi paling rendah di antara 60 negara yang menjadi objek penelitian lainnya. Sebagai peringkat pertama, Botswana resmi berperdikat sebagai negara miskin di Afrika. Maka tidak mengherankan jika Indonesia berada di peringkat kedua, terus berkutat dengan permasalahan terkait kesejahteraan pada bangsanya.

Ya. Permasalahan yang dapat kita rasakan dalam berbagai aspek kehidupan hari ini, merupakan akibat dari kelalaian kita dalam menyiapkan generasi bangsa bertahun-tahun sebelum ini. Dahulu kita lalai menanamkan budaya literasi (baca-tulis) pada anak-anak dan generasi muda. Hingga akhirnya, lahirlah orang-orang dewasa (generasi sekarang) yang kurang memiliki kualitas karakter dan kompetensi berdaya saing mendunia.

Kami Komunitas Sastra Senjanara percaya, bahwa Indonesia dapat diibaratkan sebagai sebuah kapal yang sangat besar. Untuk membelokkan sebuah kapal yang sangat besar, kita butuh tenaga yang sangat besar, dan waktu yang tidak sebentar. Oleh karenanya, kami akhirnya melingkar dan bersetuju untuk turut bahu membahu melabuhkan bangsa ini ke daratan yang bersama-sama ingin kita tuju: Indonesia Jaya Sejahtera dan Maju.

Kami menyadari bahwa sebagai sebuah komunitas sastra yang biasa dan tidak memiliki kekuasaan untuk mengubah semua sistem yang ada, kami tidak akan jumawa dan mengatakan jika kami bisa menyelesaikan semua permasalahan pendidikan yang ada. Itu tidak realistis, dan hanya optimisme yang mengada-ngada. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk mulai mencicil kebutuhan-kebutuhan yang membawa kemajuan bagi pendidikan bangsa ini satu persatu. Dan di antara banyaknya faktor yang membantu terwujudnya kualitas pendidikan yang maju di tanah air kita, kami memilih untuk mengerjakan PR atas kurangnya minat baca-tulis pada kalangan remaja, dan kurangnya fasilitas penunjang pembelajaran—yang dalam hal ini adalah buku—di pelosok nusantara. Kami akan mengerjakan dua PR itu.

Maka kemudian Komunitas Sastra Senjanara seketika mengajak Kekata Group melingkar dan saling bertukar pikiran demi terwujudnya secara nyata atas semangat menciptakan perubahan itu. Dan beruntungnya, kami telah dengan begitu tepat memilih Kekata Group sebagai sebuah badan usaha yang bergerak di bidang penerbitan dan percetakan buku, untuk turut serta membidani gerakan perubahan itu. Alhasil, lahirlah dua bayi harapan, buah perkawinan pemikiran antara komunitas sastra dan badan usaha penerbitan. Anak pertama, kami beri nama Gerakan Sekolah Menulis Buku. Anak kedua, kami beri nama Semangat Sejuta Buku: Untuk Indonesiaku. Bismillah.

Dari namanya, sudah jelas. Program ini pada intinya adalah sebuah program yang mengajak semua lapisan masyarakat tanpa kecuali, untuk bahu-membahu mendonasikan sejuta buku untuk perpustakaan, sekolah dan anak-anak yang membutuhkan di seluruh pelosok nusantara.
Lalu, bagaimana sistem dan cara kerjanya? Sistem dan cara kerjanya sangat beragam, dan akan terus berkembang menyesuaikan keadaan dan peluang. Beberapa di antaranya adalah dengan memodifikasi beberapa program kami yang sebelumnya, seperti Guru Menulis Buku, Siswa Menulis Buku dan Mahasiswa Menulis Buku, untuk turut mendonasikan buku hasil pelaksanaan program yang diikuti oleh mereka. Selain itu, bersama Kekata Group juga, sistem pengumpulan donasi sejuta buku akan jauh lebih mudah dengan kemampuan Kekata Group untuk mengadakan sekaligus menggerakan para penulis dan pembaca buku-buku hasil terbitan Kekata untuk turut mendonasikan koleksi bukunya. 

Agenda-agenda lomba tingkat nasional pun juga dapat menjadi jalan keluar untuk memperbanyak jumlah buku yang akan didonasikan. Intinya, kami percaya, bahwa gagasan ini akan berhasil dengan mudah, jika semua elemen masyarakat memiliki kesadaran dan kesediaan untuk berkontribusi memperbaiki pendidikan di negeri ini.

Dalam pendistribusiannya, kita tidak perlu terlalu berat dalam memikirkannya. Selama niat kita adalah membawa kebaikan, di situlah Tuhan selalu memberikan jalan. Dua di antaranya, adalah dengan bekerja sama dengan Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) dan Tim KKN yang mengambil wilayah di luar pulau Jawa. Tanpa perlu kita mengantarkannya dan memikirkan berapa biaya yang akan kita tanggung bersama, mereka-mereka, para sarjana terpilih dan calon sarjana yang melaksanakan program SM3T dan KKN akan dengan senang hati menjemput donasi buku-buku kita. Yang kemudian akan mereka salurkan langsung ke tangan anak-anak di daerah terpencil yang membutuhkan. Maka, semua menang, semua dimudahkan. Dan ide untuk berkontribusi dalam melakukan pemerataan pendidikan, bukan lagi sekadar khayalan.

Selanjutnya, di antara semakin suburnya berita-berita dan fakta-fakta yang muncul untuk mengabarkan betapa rendahnya minat baca-tulis dan semakin maraknya kasus-kasus penyimpangan sosial di kalangan pelajar, entah mengapa, kami justru sering kali membayangkan dengan penuh keyakinan: anak-anak Indonesia memiliki buku yang memuat karyanya dan bersemangat membagikan ilmu dan optimismenya pada kawan-kawan di pelosok nusantara. Berlebihan? Tidak kiranya. Dengan catatan, kita semua mau menyingsingkan lengan baju, dan bekerja sama.

Agar tidak dituduh bahwa ini hanya omong kosong belaka, akan kami tunjukkan bagaimana cara mewujudkannya. Sebelum-sebelumnya, kami, Komunitas Sastra Senjanara dan Kekata Group telah merancang dua program yang tujuannya untuk menggalakkan semangat berkarya lewat program Guru Menulis Buku (GMB) dan Siswa Menulis Buku (SMB). Hasilnya cukup menggembirakan. Dalam beberapa bulan terakhir (bulan Juli), lebih dari 50 buku karya siswa-siswi dan para pendidik dari berbagai kota telah berhasil kami terbitkan dengan penuh suka cita. Program ini masih akan terus berlanjut, sampai cita-cita kami untuk membudayakan semangat berkarya di sekolah-sekolah terwujud. Lalu, jika kedua program itu sudah berjalan, untuk apa Gerakan Sekolah Menulis Buku diadakan? Jawabannya, untuk mempercepat terwujudnya impian perubahan.

Seperti yang sempat kami sampaikan sebelumnya bahwa “di tengah kegentingan nasib pendidikan bangsa ini yang tengah memerlukan penanganan setepatnya dan secepatnya”, peran Gerakan Sekolah Menulis Buku adalah sebagai upaya kami dalam menjemput bola dan mengefisienkan waktu di tengah kegentingan yang ada. Kami merasa tidak cukup untuk diam menunggu sekolah-sekolah memiliki kesadaran bersama dan mengajukan diri untuk mengikuti program Guru Menulis Buku dan Siswa Menulis Buku. Kami harus bergerak lebih masif, dan terjun langsung ke lapangan untuk meraih tangan-tangan mereka.

Begitulah cara kerja Gerakan Sekolah Menulis Buku. Kami akan melakukan tour dari kota ke kota, mendatangi beberapa sekolah yang ada, dan menggelar lomba menulis berhadiah untuk siswa-siswinya. Dari hasil perlombaan tersebut, akan dipilih 100 karya terbaik untuk diterbitkan menjadi sebuah buku. Di saat melakukan pengumuman pemenang sekaligus launching buku, di situlah waktu yang tepat bagi kami untuk turut sedikit berbagi tips menulis, berbagi semangat perubahan, dan sekaligus, mengajak semua elemen sekolah untuk turut mendonasikan buku-bukunya dan bergabung dalam program Semangat Sejuta Buku: Untuk Indonesiaku. Tidak berhenti sampai di situ, siswa-siswa terbaik akan mendapatkan hadiah dari kami sebagai bentuk apresiasi, lalu buku-buku hasil karya para siswa-siswi akan kami pasarkan agar diketahui banyak orang melalui media online dan di toko-toko buku.

Tujuannya satu: anak-anak Indonesia terjangkit demam menulis buku.

Sejauh ini kami sudah melangkah untuk mewujudkan gerakan perubahan itu. Dalam beberapa bulan terakhir, kami melakukan persiapan penyelenggaraan Gerakan Sekolah Menulis Buku. Dan Kota Surakarta, kami pilih sebagai kota pertama dalam tour Gerakan Sekolah Menulis Buku. Mengapa kota Surakarta? Alasan pertama, yang jelas karena kota ini lebih terjangkau untuk memulai kegiatan literasi oleh Komunitas kami ini. Yang kedua, banyaknya Sekolah Menengah baik negeri maupun swasta, memberikan peluang yang besar pada penyelenggaraan yang pertama ini.


Dan hasilnya beberapa bulan yang lalu kami telah bekerja sama dengan SM Al-Firdaus sebagai sekolah pelopor Gerakan Sekolah Menulis Buku ini. Kegiatan ini menghasilkan satu buku antologi karya siswa-siswi SM Al-Firdaus yang berhasil diterbitkan.

Tidak hanya itu, kami juga melakukan launching dan pemberian hadiah bagi siswa-siswa terbaik di SM-AL-Firdaus. Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi pemicu siswa-siswi untuk terus berkarya, untuk terus mengembangkan budaya literasi bangsa.

Setelah kegiatan di sekolah pelopor, selama dua bulan kami melakukan persiapan dengan melakukan berbagai macam usaha, hasilnya ada sekitar 12.000 siswa dari 35 sekolah yang bergabung dalam gerakan kami ini. Sekolah-sekolah inilah yang akan membantu kami melakukan gerakan perubahan. Selanjutnya, saat ini, kami sedang memproses berjalannya lomba serentak di 35 SMP dan SMA di Kota Surakarta. Dan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kami akan melakukan Launching dan workshop yang kami rencanakan pada 10 September 2016 di Kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bismillah.

Kita ketahui bersama, bahwa dibutuhkan orang-orang yang mau turun tangan untuk bersama membawa bahtera negeri ini ke pelabuhan yang tepat, membawa masa depan anak-anak negeri ini pada jalur masa depan yang gemilang. Kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelenggarakan program ini sebaik-baiknya. Kami telah mengumpulkan hampir 11.000.000 rupiah untuk keberlangsungan program ini. Namun, dalam keberjalanannya, kami masih membutuhkan tambahan untuk berbagai hal, seperti pemberian penghargaan, penerbitan buku, dan akomodasi Launching. Sayangnya, kebutuhan donasi tersebut, masih sekitar 33.000.000 rupiah. Tentu nominal sebesar itu memang bukanlah hal yang mudah didapatkan. Namun, bayangkan jika 330 orang saja di Indonesia yang peduli dengan masa depan generasi muda bangsa mau menyisihkan cukup 100.000 rupiah, saya rasa hal itu bukanlah khayalan.

Dan, kabar baiknya lagi, Anda juga dapat ikut berpartisipasi dalam upaya-upaya memajukan literasi dan pendidikan negeri ini!

Bagi yang berkenan untuk donasi, dapat dilakukan dengan beberapa hal sebagai berikut:

1. Donasi bersama, dana akan dikumpulkan melalui rekening kami. Setiap orang yang ingin berpartisipasi dalam penggalangan dana ini diharapkan menghubungi kami melalui nomor 089509385621 (Wisnu). Selanjutnya, akan diinformasikan nomor rekening untuk pentransferan dana yang ingin diberikan.

Besar harapan kami, teman-teman sekalian bisa bergabung dengan gerakan ini. Kami percaya, orang-orang yang peduli, mau turun tangan, dan memiliki integritas tinggi yang akan mengantarkan negeri ini menuju Indonesia jaya sejahtera dan maju. Semoga semangat perubahan, semangat membawa negeri ini menapaki jembatan menuju kesejahteraan, selalu menggelora di semua kalangan. Semoga segala doa dan usaha yang dikuatkan akan menghasilkan buah yang baik bagi semua orang.

Terima kasih atas 7 menit yang Anda luangkan, untuk perubahan negeri. Dan menit-menit berikutnya, mari berjuang bersama, masa depan generasi muda ada di tangan kita!

Mari bergerak bersama kami! Salam hangat, jabat erat!
Narahubung:

Sapta Arif (085 716 286 686)
Facebook:

Gerakan Smb
Komunitas Senjanara


08.30.00 Share:
Tentang Kami, Kekata Publisher

Sebuah penerbit indie yang menggabungkan konsep penjualan buku layaknya penerbit mayor

Get updates in your email box
Please, let us know you better

Deliver via FeedBurner
Proudly Powered by Blogger.
back to top