DENGAN 7 MENIT WAKTU YANG ANDA LUANGKAN,
KAMI DAPAT MEMBERI BEBERAPA SOLUSI UNTUK KEMAJUAN LITERASI DAN PENDIDIKAN INDONESIA!
Berbicara tentang kualitas masa depan,
baik sebagai pribadi maupun sebagai bangsa, mungkin Anda akan terkejut
mendengar kabar ini. Ketika fakta bahwa proses pembelajaran, perkembangan,
pembentukan karakter maupun kualitas kompetensi seseorang ditentukan oleh
keterampilan membaca dan menulis, namun menyedihkannya justru ditemukan hasil
penelitian yang mengatakan bahwa budaya baca-tulis di tanah air kita sungguh
memprihatinkan.
Dalam sebuah penelitian di bidang
literasi, Central Connecticut State University menyatakan bahwa Indonesia
berada di peringkat kedua sebagai negara yang memiliki budaya literasi paling
rendah di antara 60 negara yang menjadi objek penelitian lainnya. Sebagai
peringkat pertama, Botswana resmi berperdikat sebagai negara miskin di Afrika.
Maka tidak mengherankan jika Indonesia berada di peringkat kedua, terus
berkutat dengan permasalahan terkait kesejahteraan pada bangsanya.
Ya. Permasalahan yang dapat kita rasakan
dalam berbagai aspek kehidupan hari ini, merupakan akibat dari kelalaian kita
dalam menyiapkan generasi bangsa bertahun-tahun sebelum ini. Dahulu kita lalai
menanamkan budaya literasi (baca-tulis) pada anak-anak dan generasi muda.
Hingga akhirnya, lahirlah orang-orang dewasa (generasi sekarang) yang kurang
memiliki kualitas karakter dan kompetensi berdaya saing mendunia.
Kami Komunitas Sastra Senjanara percaya,
bahwa Indonesia dapat diibaratkan sebagai sebuah kapal yang sangat besar. Untuk
membelokkan sebuah kapal yang sangat besar, kita butuh tenaga yang sangat
besar, dan waktu yang tidak sebentar. Oleh karenanya, kami akhirnya melingkar
dan bersetuju untuk turut bahu membahu melabuhkan bangsa ini ke daratan yang
bersama-sama ingin kita tuju: Indonesia Jaya Sejahtera dan Maju.
Kami menyadari bahwa sebagai sebuah
komunitas sastra yang biasa dan tidak memiliki kekuasaan untuk mengubah semua
sistem yang ada, kami tidak akan jumawa dan mengatakan jika kami bisa
menyelesaikan semua permasalahan pendidikan yang ada. Itu tidak realistis, dan
hanya optimisme yang mengada-ngada. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk
mulai mencicil kebutuhan-kebutuhan yang membawa kemajuan bagi pendidikan bangsa
ini satu persatu. Dan di antara banyaknya faktor yang membantu terwujudnya
kualitas pendidikan yang maju di tanah air kita, kami memilih untuk mengerjakan
PR atas kurangnya minat baca-tulis pada kalangan remaja, dan kurangnya
fasilitas penunjang pembelajaran—yang dalam hal ini adalah buku—di pelosok
nusantara. Kami akan mengerjakan dua PR itu.
Maka kemudian Komunitas Sastra Senjanara
seketika mengajak Kekata Group melingkar dan saling bertukar pikiran demi
terwujudnya secara nyata atas semangat menciptakan perubahan itu. Dan
beruntungnya, kami telah dengan begitu tepat memilih Kekata Group sebagai
sebuah badan usaha yang bergerak di bidang penerbitan dan percetakan buku,
untuk turut serta membidani gerakan perubahan itu. Alhasil, lahirlah dua bayi
harapan, buah perkawinan pemikiran antara komunitas sastra dan badan usaha
penerbitan. Anak pertama, kami beri nama Gerakan Sekolah Menulis Buku. Anak
kedua, kami beri nama Semangat Sejuta Buku: Untuk Indonesiaku. Bismillah.
Dari namanya, sudah jelas. Program ini
pada intinya adalah sebuah program yang mengajak semua lapisan masyarakat tanpa
kecuali, untuk bahu-membahu mendonasikan sejuta buku untuk perpustakaan,
sekolah dan anak-anak yang membutuhkan di seluruh pelosok nusantara.
Lalu, bagaimana sistem dan cara kerjanya?
Sistem dan cara kerjanya sangat beragam, dan akan terus berkembang menyesuaikan
keadaan dan peluang. Beberapa di antaranya adalah dengan memodifikasi beberapa
program kami yang sebelumnya, seperti Guru Menulis Buku, Siswa Menulis Buku dan
Mahasiswa Menulis Buku, untuk turut mendonasikan buku hasil pelaksanaan program
yang diikuti oleh mereka. Selain itu, bersama Kekata Group juga, sistem
pengumpulan donasi sejuta buku akan jauh lebih mudah dengan kemampuan Kekata
Group untuk mengadakan sekaligus menggerakan para penulis dan pembaca buku-buku
hasil terbitan Kekata untuk turut mendonasikan koleksi bukunya.
Agenda-agenda lomba tingkat nasional pun
juga dapat menjadi jalan keluar untuk memperbanyak jumlah buku yang akan
didonasikan. Intinya, kami percaya, bahwa gagasan ini akan berhasil dengan
mudah, jika semua elemen masyarakat memiliki kesadaran dan kesediaan untuk
berkontribusi memperbaiki pendidikan di negeri ini.
Dalam pendistribusiannya, kita tidak perlu
terlalu berat dalam memikirkannya. Selama niat kita adalah membawa kebaikan, di
situlah Tuhan selalu memberikan jalan. Dua di antaranya, adalah dengan bekerja
sama dengan Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T)
dan Tim KKN yang mengambil wilayah di luar pulau Jawa. Tanpa perlu kita
mengantarkannya dan memikirkan berapa biaya yang akan kita tanggung bersama,
mereka-mereka, para sarjana terpilih dan calon sarjana yang melaksanakan
program SM3T dan KKN akan dengan senang hati menjemput donasi buku-buku kita.
Yang kemudian akan mereka salurkan langsung ke tangan anak-anak di daerah terpencil
yang membutuhkan. Maka, semua menang, semua dimudahkan. Dan ide untuk
berkontribusi dalam melakukan pemerataan pendidikan, bukan lagi sekadar
khayalan.
Selanjutnya, di antara semakin suburnya
berita-berita dan fakta-fakta yang muncul untuk mengabarkan betapa rendahnya
minat baca-tulis dan semakin maraknya kasus-kasus penyimpangan sosial di
kalangan pelajar, entah mengapa, kami justru sering kali membayangkan dengan
penuh keyakinan: anak-anak Indonesia memiliki buku yang memuat karyanya dan
bersemangat membagikan ilmu dan optimismenya pada kawan-kawan di pelosok
nusantara. Berlebihan? Tidak kiranya. Dengan catatan, kita semua mau
menyingsingkan lengan baju, dan bekerja sama.
Agar tidak dituduh bahwa ini hanya omong
kosong belaka, akan kami tunjukkan bagaimana cara mewujudkannya.
Sebelum-sebelumnya, kami, Komunitas Sastra Senjanara dan Kekata Group telah
merancang dua program yang tujuannya untuk menggalakkan semangat berkarya lewat
program Guru Menulis Buku (GMB) dan Siswa Menulis Buku (SMB). Hasilnya cukup
menggembirakan. Dalam beberapa bulan terakhir (bulan Juli), lebih dari 50 buku
karya siswa-siswi dan para pendidik dari berbagai kota telah berhasil kami
terbitkan dengan penuh suka cita. Program ini masih akan terus berlanjut,
sampai cita-cita kami untuk membudayakan semangat berkarya di sekolah-sekolah
terwujud. Lalu, jika kedua program itu sudah berjalan, untuk apa Gerakan
Sekolah Menulis Buku diadakan? Jawabannya, untuk mempercepat terwujudnya impian
perubahan.
Seperti yang sempat kami sampaikan
sebelumnya bahwa “di tengah kegentingan nasib pendidikan bangsa ini yang tengah
memerlukan penanganan setepatnya dan secepatnya”, peran Gerakan Sekolah Menulis
Buku adalah sebagai upaya kami dalam menjemput bola dan mengefisienkan waktu di
tengah kegentingan yang ada. Kami merasa tidak cukup untuk diam menunggu
sekolah-sekolah memiliki kesadaran bersama dan mengajukan diri untuk mengikuti
program Guru Menulis Buku dan Siswa Menulis Buku. Kami harus bergerak lebih
masif, dan terjun langsung ke lapangan untuk meraih tangan-tangan mereka.
Begitulah cara kerja Gerakan Sekolah
Menulis Buku. Kami akan melakukan tour dari kota ke kota, mendatangi beberapa
sekolah yang ada, dan menggelar lomba menulis berhadiah untuk siswa-siswinya.
Dari hasil perlombaan tersebut, akan dipilih 100 karya terbaik untuk
diterbitkan menjadi sebuah buku. Di saat melakukan pengumuman pemenang
sekaligus launching buku, di situlah waktu yang tepat bagi kami untuk turut
sedikit berbagi tips menulis, berbagi semangat perubahan, dan sekaligus,
mengajak semua elemen sekolah untuk turut mendonasikan buku-bukunya dan
bergabung dalam program Semangat Sejuta Buku: Untuk Indonesiaku. Tidak berhenti
sampai di situ, siswa-siswa terbaik akan mendapatkan hadiah dari kami sebagai
bentuk apresiasi, lalu buku-buku hasil karya para siswa-siswi akan kami
pasarkan agar diketahui banyak orang melalui media online dan di toko-toko
buku.
Tujuannya satu: anak-anak Indonesia
terjangkit demam menulis buku.
Sejauh ini kami sudah melangkah untuk mewujudkan gerakan perubahan itu.
Dalam beberapa bulan terakhir, kami melakukan persiapan penyelenggaraan Gerakan
Sekolah Menulis Buku. Dan Kota Surakarta, kami pilih sebagai kota pertama dalam
tour Gerakan Sekolah Menulis Buku. Mengapa kota Surakarta? Alasan pertama, yang
jelas karena kota ini lebih terjangkau untuk memulai kegiatan literasi oleh
Komunitas kami ini. Yang kedua, banyaknya Sekolah Menengah baik negeri maupun swasta,
memberikan peluang yang besar pada penyelenggaraan yang pertama ini.
Dan hasilnya beberapa bulan yang lalu kami telah bekerja sama dengan SM
Al-Firdaus sebagai sekolah pelopor Gerakan Sekolah Menulis Buku ini. Kegiatan
ini menghasilkan satu buku antologi karya siswa-siswi SM Al-Firdaus yang
berhasil diterbitkan.
Tidak hanya itu, kami juga melakukan launching dan pemberian hadiah bagi
siswa-siswa terbaik di SM-AL-Firdaus. Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi
pemicu siswa-siswi untuk terus berkarya, untuk terus mengembangkan budaya
literasi bangsa.
Setelah kegiatan di sekolah pelopor,
selama dua bulan kami melakukan persiapan dengan melakukan berbagai macam
usaha, hasilnya ada sekitar 12.000 siswa dari 35 sekolah yang bergabung dalam
gerakan kami ini. Sekolah-sekolah inilah yang akan membantu kami melakukan
gerakan perubahan. Selanjutnya, saat ini, kami sedang memproses berjalannya
lomba serentak di 35 SMP dan SMA di Kota Surakarta. Dan seperti yang sudah
dijelaskan sebelumnya, kami akan melakukan Launching dan workshop yang kami
rencanakan pada 10 September 2016 di Kampus Universitas Sebelas Maret
Surakarta. Bismillah.
Kita ketahui bersama, bahwa dibutuhkan
orang-orang yang mau turun tangan untuk bersama membawa bahtera negeri ini ke
pelabuhan yang tepat, membawa masa depan anak-anak negeri ini pada jalur masa
depan yang gemilang. Kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk
menyelenggarakan program ini sebaik-baiknya. Kami telah mengumpulkan hampir
11.000.000 rupiah untuk keberlangsungan program ini. Namun, dalam
keberjalanannya, kami masih membutuhkan tambahan untuk berbagai hal, seperti
pemberian penghargaan, penerbitan buku, dan akomodasi Launching. Sayangnya,
kebutuhan donasi tersebut, masih sekitar 33.000.000 rupiah. Tentu nominal sebesar
itu memang bukanlah hal yang mudah didapatkan. Namun, bayangkan jika 330 orang
saja di Indonesia yang peduli dengan masa depan generasi muda bangsa mau
menyisihkan cukup 100.000 rupiah, saya rasa hal itu bukanlah khayalan.
Dan, kabar baiknya lagi, Anda juga dapat
ikut berpartisipasi dalam upaya-upaya memajukan literasi dan pendidikan negeri
ini!
Bagi yang berkenan untuk donasi, dapat dilakukan dengan beberapa hal
sebagai berikut:
1. Donasi bersama, dana akan dikumpulkan melalui rekening kami. Setiap
orang yang ingin berpartisipasi dalam penggalangan dana ini diharapkan
menghubungi kami melalui nomor 089509385621 (Wisnu). Selanjutnya, akan
diinformasikan nomor rekening untuk pentransferan dana yang ingin diberikan.
2. Melalui donasi di https://kitabisa.com/gerakanmenulisbuku
Besar harapan kami, teman-teman sekalian
bisa bergabung dengan gerakan ini. Kami percaya, orang-orang yang peduli, mau
turun tangan, dan memiliki integritas tinggi yang akan mengantarkan negeri ini
menuju Indonesia jaya sejahtera dan maju. Semoga semangat perubahan, semangat
membawa negeri ini menapaki jembatan menuju kesejahteraan, selalu menggelora di
semua kalangan. Semoga segala doa dan usaha yang dikuatkan akan menghasilkan
buah yang baik bagi semua orang.
Terima kasih atas 7 menit yang Anda
luangkan, untuk perubahan negeri. Dan menit-menit berikutnya, mari berjuang
bersama, masa depan generasi muda ada di tangan kita!
Mari bergerak bersama kami! Salam hangat,
jabat erat!
Narahubung:
Sapta Arif (085 716 286 686)
Facebook:
Gerakan Smb
Komunitas Senjanara
08.30.00
Share:
